Stasiun gasifikasi LNG adalah fasilitas yang menerima, menyimpan, dan melakukan gasifikasi gas alam cair (LNG). Fungsi utamanya meliputi pembongkaran, penyimpanan, gasifikasi, pengaturan tekanan, dan distribusi LNG, dan merupakan penghubung utama dalam rantai industri LNG. Stasiun ini diposisikan sebagai stasiun pengatur perantara yang menghubungkan sumber gas hulu dan pengguna akhir untuk perusahaan perkotaan atau gas, sering digunakan sebagai sumber gas tambahan atau sumber gas pencukur puncak untuk transmisi gas alam melalui pipa, terutama cocok untuk kota-kota kecil dan menengah dengan kekurangan energi atau tidak terhubung ke jaringan pipa jarak jauh.
Menerima gas alam cair yang diangkut dengan truk tangki LNG;
Penyimpanan LNG pada suhu rendah (kapasitas tangki biasanya 50-5000 meter kubik);
Mengubah gas alam cair menjadi gas melalui gasifier;
Diangkut ke jaringan pipa perkotaan atau pengguna industri setelah pengaturan tekanan, pengukuran, dan bau
Tangki penyimpanan: digunakan untuk penyimpanan LNG bersuhu rendah, dilengkapi dengan booster, katup pengaman, dan sistem pemantauan tekanan;
Gasifier (suhu udara/pemandian air): mengubah LNG menjadi gas melalui pertukaran panas;
Tuas pengatur tekanan: Sesuaikan tekanan gas alam dengan nilai yang diperlukan jaringan pipa;
Bongkar tuas booster: membantu truk tangki dalam membongkar dan menyeimbangkan tekanan tangki;
Sistem bantu: termasuk alat penyiram kebakaran, alarm kebocoran gas, pemantauan jarak jauh, dll.